Tol Solo-Kertosono, Jokowi Targetkan Beroperasi 2016

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan sebagian pembangunan jalan tol yang membentang dari Kota Solo hingga Kertosono, sepanjang 180 km akan rampung pada 2016. Pembangunan tol Solo-Kertosono terdiri atas tiga paket pengerjaan:

1. Paket pertama adalah ruas Solo-Kartosuro sepanjang 20,9 km di Solo–Ngawi yang dibiayai APBN.

2. Paket kedua ruas Nganjuk–Kertosono sepanjang 39,10 km dibiayai pemerintah, Ngawi–Kertosono sepanjang 37,4 km didanai pinjaman dari Tiongkok sepanjang 37,4 km, dan sisanya sepanjang 1,70 km di danai APBN.

3. Paket ketiga adalah ruas di Sragen–Nganjuk yang dibangun investor.

Presiden Jokowi mengatakan, Lebaran 2016 masyarakat dapat menggunakan ruas tol Solo-Sragen sebagai jalur mudik Lebaran. Seperti diberitakan laman resmi Sekretariat Kabinet, Senin (27/7), Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Widodo beserta sejumlah menteri Kabinet Kerja menyaksikan langsung proses pembangunan jalan tol Solo–Kertosono di Km 35 di Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sragen.

Presiden Jokowi berjanji akan bernegosiasi dengan pihak pelaksana pembangunan untuk mempercepat realisasi pembangunan jalan tol itu.

“Tujuan saya datang ke sini ingin memastikan laporan yang saya terima sama dengan kondisi yang ada di lapangan,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, terhubungnya semua ruas tol selain dapat menekan biaya transportasi, juga menurunkan biaya logistik. Harga barang menjadi lebih murah.

“Ongkos transportasi dan logistik kita lebih tinggi 2,5 persen dibandingkan negara tetangga,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, percepatan pembangunan dapat dilakukan karena proses pembebasan lahan hampir selesai. “Saya berharap Lebaran tahun depan, ruas tol Solo-Sragen akan selesai,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono mengatakan, permasalahan lahan bukan menjadi penghalang berarti bagi pengerjaan ruas tol tersebut. Basuki menyebutkan, pembebasan lahan untuk ruas Kartosuro–Karanganyar sepanjang 10,4 km sudah mencapai 94 persen, Karanganyar–Sragen sepanjang 13,7 km (91 persen), Sragen – Ngawi 54,5 km (88 persen), Ngawi – Madiun 19,6 km (84 persen), Madiun – Caruban 8,5 km (69 persen), dan Caruban – Nganjuk 35,6 km (63 persen).

Source:

http://www.beritasatu.com/ekonomi/294025-tol-solokertosono-jokowi-targetkan-beroperasi-2016.html

Tol Cisumdawu Ditargetkan Selesai 2017

INILAH, Bandung – Pemerintah provinsi Jawa Barat menargetkan kegiatan kontruksi pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dapat dilakukan pada tahun depan. Karena itu, pembebasan lahan dikebut agar lelang bisa segera dilakukan.

Tol Cisumdawu
-Panjang Jalan 60,1 Km
-Luas lahan yang dibutuhkan 1.062.163 Ha
-Perkiraan biaya Rp1,506 triliun
-Wilayah Administrasi:
1. Kabupaten Bandung (1 desa)
2. Kabupaten Sumedang (46 desa)
3. Kabupaten Majalengka (2 desa)

Pembagian seksi:
-Seksi 1 (Cileunyi-Rancakalong) 14,7 Km
-Seksi 2 (Rancakalong-Sumedang) 19,52 Km
-Seksi 3 (Sumedang-Cimalaka) 3,14 Km
-Seksi 4 (Cimalaka-Legok) 7,55 Km
-Seksi 5 (Legok-Ujung Jaya) 11,5 Km
-Seksi 6 (Ujung jaya-Kertajati) 3,35 Km

 

Butuh info lebih lanjut mengenai proyek diatas?

Kami akan bantu anda…

021 5790 2930

jakarta@bciasia.com

HK Realtindo Siap Garap Tujuh Proyek

Jakarta – Pengembang properti, PT HK Realtindo optimistis bisa melewati masa-masa pelemahan bisnis properti tahun 2015. Bahkan, anak usaha PT Hutama Karya (persero) Tbk ini terus menggulirkan proyek anyar, salah satunya adalah apartemen di Bogor, Jawa Barat. Kini, anak BUMN itu setidaknya menggarap tujuh proyek.

Tujuh proyek tersebut tersebar di beberapa kota antara lain Jabodetabek, Balikpapan, Makassar, Surabaya, Medan, dan Bali. Proyek yang digarap pun beragam mulai dari hunian tapak, hotel, kondominium hingga villa. Guna memuluskan ketujuh proyek itu HK Realtindo merogoh kocek setidaknya Rp 1 triliun.

“Tahun ini, rencananya HK Realtindo meluncurkan setidaknya dua proyek apartemen di Bogor,” kata dia.

Salah satu proyek apartemen di Bogor tersebut, tambahnya, adalah Olympic Residence. Proyek yang terdiri atas dua menara apartemen itu memiliki kapasitas 700 unit apartemen. Lokasi Olympic Residence di dekat pintu masuk tol Sirkuit Sentul, Bogor.

“Proyek ini hasil KSO dengan Olympic Group dan sudah soft lauching pada Juni. Sampai saat ini, sudah terjual 20 persen,” kata Fauzan.

Terkait tujuh proyek yan sedang dikerjakan, dia mengatakan, mayoritas adalah properti terpadu (mixed use) superblok. Setiap hunian apartemenn yang dibangun dilengkapi fasilitas komersial sehingga bisa dijadikan sebagai tempat investasi yang menarik. Ada juga proyek hunian tapak yang dipadukan dengan fasilitas komersial seperti proyek Southern Balikpapan, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Marketing Manager Southern Balikpapan, Sumahdi Makali, pernah mengatakan, proyek ini memiliki luas 6 hektare (ha). Rencananya proyek dibagi dua, yakni seluas 4,7 ha untuk perumahan dan segenap fasilitasnya. Dan, seluas 1,3 ha untuk hotel, apartemen, dan convention hall.

Untuk perumahan tapak, HK Realtindo membanderol rumah di Southern Balikpapan mulai Rp 1,6 miliar per unit hingga Rp 6 miliar per unit. Hingga kini setidaknya sudah 40 persen yang terjual. Sedangkan untuk hotel, apartemen, dan convention hall konstruksinya mulai digarap pada 2017 sekalipun pemasarannya dimulai pada 2016.

Imam Mudzakir/Feriawan Hidayat/FER

Source: http://www.beritasatu.com/forum-bisnis/288899-hk-realtindo-siap-garap-tujuh-proyek.html

Pemerintah Prioritaskan 10 Proyek Infrastruktur Dimulai Tahun ini

Pekerja menyelesaiakan proyek pembuatan jalan layang tol akses Tanjung Priok di Jakarta, Selasa (5/5). BPS menilai realisasi proyek infrastruktur yang dananya cair pada Mei 2015 itu akan memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan menjadi 4,71 persen pada triwulan I 2015. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Koz/pd/15.

Ilustrasi

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam mengerjakan 10 proyek infrastruktur yang menjadi prioritas sekaligus percontohan untuk percepatan yang akan dimulai pengerjaannya pada tahun 2015.

Pemerintah telah menetapkan 10 proyek infrastruktur yang akan dijadikan percontohan mekanisme percepatan melalui fokus grup yang dibentuk Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur.

Sepuluh proyek prioritas tersebut ialah

  1. Proyek kilang minyak Bontang dengan kapasitas 235 ribu barel per hari. Dengan nilai investasi Rp 60 triliun yang tender pada akhir tahun.
  2. Proyek air minum Semarang Barat nilai investasi Rp 765 miliar.
  3. Proyek jalan tol Balikpapan – Samarinda Barat dengan nilai investasi Rp 11,4 triliun
  4. Proyek revitalisasi 3 bandara skala kecil dan menengah dari target 10 bandara di Lampung, Palu dan Pulau Komodo.
  5. Proyek transmisi listrikHight Voltage Direct Current (HVDC) yang interkoneksi sepanjang Sumatera – Jawa. Dengan nilainya proyek Rp 20 triliun
  6. Proyek transportasi kereta api angkutan barang di Kalimantan Timur dengan nilai investasi US$ 3,5 miliar (Rp 4,5 triliun)
  7. Proyek pengerjaan pemasangan transmisi listrik Sumatera Selatan ke Sumatera Utara sebesar 500 KV dengan nilai investasi Rp 35 triliun.
  1. Proyek kereta api ekspress Bandara Soekarno Hatta (Soetta) dengan nilai investasi Rp 24 triliun
  2. Proyek PLTU Batang kapasitas 2000 MW dengan nilai investasi Rp 40 triliun
  3. Proyek 4 ruas jalan tol Sumatera (Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai, dan Bekauhuni-Tebanggi Besar) dengan nilai investasi Rp 30 triliun

Namun, JK mengatakan bahwa 10 proyek tersebut masih terkendala masalah teknis, seperti masalah pembebasan lahan, skema pembiayaan dan kualitas infrastruktur pun masih menjadi pertimbangan.

Source: http://www.beritasatu.com/makro/287557-pemerintah-prioritaskan-10-proyek-infrastrukturdimulai-tahun-ini.html

 

Pembangunan Terminal 3 Ultimate Soetta Capai 78%

Terminal 3, Soekarno-Hatta Airport

Bisnis.com, TANGERANG – PT Angkasa Pura II (Persero) mengaku telah menuntaskan 78% fase pembangunan Terminal 3 Ultimate di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kepala Sekretaris Perusahaan dan Legal AP II Agus Haryadi mengatakan persentase itu merupakan capaian kemajuan pembangunan sampai dengan akhir kuartal I/2015.

AP II sekarang juga tengah melakukan peningkatan kapasitas dan jaringan kelistrikan di Soekarno-Hatta. Proyek ini akan mendongkrak kapasitas listrik dari 35 MVA jadi 60 MVA.

“Proyek itu diharapkan dapat mendukung operasional Terminal 3 Ultimate yang diproyeksikan bakal lebih baik dari bandara di Kuala Lumpur dan Thailand,” kata Agus dalam keterangan resmi perseroan, Rabu (1/7/2015).

Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta ditargetkan mampu menampung 25 juta penumpang per tahun. Infrasturktur seluas lebih dari 370.000 m2 mulai beroperasi 2016.

1 2 3 13

Copyright 2015 BCI Asia Indonesia © All Rights Reserved .