Pembangunan Terminal 3 Ultimate Soetta Capai 78%

Terminal 3, Soekarno-Hatta Airport

Bisnis.com, TANGERANG – PT Angkasa Pura II (Persero) mengaku telah menuntaskan 78% fase pembangunan Terminal 3 Ultimate di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kepala Sekretaris Perusahaan dan Legal AP II Agus Haryadi mengatakan persentase itu merupakan capaian kemajuan pembangunan sampai dengan akhir kuartal I/2015.

AP II sekarang juga tengah melakukan peningkatan kapasitas dan jaringan kelistrikan di Soekarno-Hatta. Proyek ini akan mendongkrak kapasitas listrik dari 35 MVA jadi 60 MVA.

“Proyek itu diharapkan dapat mendukung operasional Terminal 3 Ultimate yang diproyeksikan bakal lebih baik dari bandara di Kuala Lumpur dan Thailand,” kata Agus dalam keterangan resmi perseroan, Rabu (1/7/2015).

Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta ditargetkan mampu menampung 25 juta penumpang per tahun. Infrasturktur seluas lebih dari 370.000 m2 mulai beroperasi 2016.

PT Pembangunan Perumahan (PP) Kebanjiran Proyek, Akhir Mei Kontrak Baru Tembus Rp 9,8 T

PT PP (Persero) Tbk tahun ini kebanjiran berbagai proyek, mulai dari membangun jalan tol hingga apartemen. Hingga akhir Mei, kontrak baru sudah tembus Rp 9,8 triliun.

Berikut proyek baru PT PP Rp 9,8 triliun hingga akhir Mei 2015:

  • Jalan Tol Bawen-Solo Rp 339 miliar,
  • Jalan Sibolga-Batas Tapsel di Sumatera Utara Rp 236 miliar,
  • Sabodam Merapi Rp 61 miliar,
  • Jalan Tol Solo-Kertosono (lanjutan) Rp 55 miliar.
  • Reklamasi Mandala City di Makassar sebesar Rp 2,5 triliun,
  • Pelabuhan Kuala Tanjung Rp 897 miliar,
  • St. Moritz di Makassar Rp. 576 miliar,
  • One Otium Residence Antasari di Jakarta Rp 472 miliar,
  • Manhattan Greenland sebesar Rp. 351 miliar,
  • Apartemen Gunawangsa di Surabaya sebesar Rp 327 miliar,
  • CBD Karawaci di Banten Rp 312 miliar,
  • Casia Condotel di Bintan Rp 242 miliar,
  • Apron Bandara Ahmad Yani di Semarang Rp 141 miliar,
  • Gedung Jasa Marga di Jakarta Rp 112 miliar,
  • Rumah Budaya Indonesia di Dili, Timor Leste Rp 77 miliar, dan lainnya.

Ingin mengetahui detail masing-masing proyek?

Kunjungi website kami di www.bciasia.com

atau hubungi kami di tira@bciasia.co.id (0897 960 4545)

 

Tol Cipali, Jalan tol terpanjang di Indonesia

 

24698fa7beb5d61d35c8d19d5a5235c1_XL

Tol Cipali (Cikopo – Palimanan)

Jalan Tol yang menghubungkan Cikopo – Palimanan (Cipali), yang memiliki panjang 116,7 km, telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada minggu lalu. Tarif masuk tol ini digratiskan selama 7 hari pertama.

Dengan adanya jalan Tol Cipali ini maka jarak tempuh Purwakarta-Cirebon terpangkas sejauh 56 kilometer. Waktu tempuh juga berkurang dua jam.

Jalan Tol Cipali terletak 72 kilometer dari Jakarta. Jalan tersambung dengan dua ruas jalan tol yang telah beroperasi, yaitu jalan tol Jakarta-Cikampek di sebelah barat dan jalan tol Palimanan-Kanci di sebelah timur. Adapun nilai investasi jalan tol ini mencapai Rp 13,7 triliun.

Untuk melihat visual dari jalan tol cipali, videonya dapat dilihat di: http://www.pu.go.id/agenda/show/34

 

BCI Asia Top 10 Awards 2015

JAKARTA, KOMPAS.comBCI Asia kembali merilis daftar sepuluh pengembang teraktif Indonesia yang berhak mendapat anugerah BCI Asia Top 10 Developers 2015.

Kesepuluh pengembang tersebut tengah membangun sejumlah portofolio properti dengan nilai agregat 1,99 miliar dollar AS atau setara Rp 26,1 triliun. Nilai portofolio tahun ini jauh lebih rendah dibanding pencapaian tahun 2014 sebesar 2,5 miliar dollar AS atau ekuivalen dengan Rp 32,8 triliun.

Sama seperti tahun lalu, raksasa-raksasa properti macam PT Agung Podomoro Land Tbk., Ciputra Group, Lippo Group, dan Sinarmas Land Group masih bertengger dalam daftar sepuluh pengembang teraktif tahun ini.

Mereka didampingi oleh PT Alam Sutera Realty Tbk., PT Intiland Development Tbk., Agung Sedayu Group, dan PT Summarecon Agung Tbk. Sementara dua nama baru Pollux Properties Group, dan PT PP Properti masuk daftar tahun ini, menggeser PT Pakuwon Jati Tbk., dan PT Wika Realty sebagai dua di antara sepuluh pengembang teraktif tahun lalu.

Menariknya, terdapat banyak nama pengembang yang tengah membangun proyek properti dengan nilai triliunan Rupiah namun tidak masuk dalam daftar BCI Top 10 Developers 2015. Pengembang tersebut di antaranya adalah Rajawali Group dengan megaproyek The Capital dan The St Regis Hotel and Residences Jakarta, serta Langkawi International Convention Centre di dalam area The St Regis Hotel and Resorts Langkawi.

Menyusul KG Global Development yang tak kalah aktif. Pengembang yang dinakhodai Harry Gunawan ini tengah menggenjot properti multifungsi Mangkuluhur City, dan TCC Batavia di Jakarta, dan Capital Square di Surabaya.

Sedangkan pengembang pelat merah atau BUMN yang juga demikian aktif dalam tiga tahun terakhir adalah PT Adhi Persada Properti. Mereka saat ini tengah menggarap sejumlah proyek multifungsi dengan konsep transit oriented development (TOD) dengan nama brand Grand Dhika City di berbagai kota.

Berikut daftar sepuluh pengembang teraktif versi BCI Asia:

1. PT Agung Podomoro Lant Tbk
2. Agung Sedayu Group
3. PT Alam Sutera Realty Tbk
4. Ciputra Group
5. PT Intiland Development Tbk
6. Lippo Group
7. Pollux Properties Indonesia
8. PT PP Properti
9. Sinarmas Land Group
10. PT Summarecon Agung Tbk

top10archi

top10dev

 

Sumber : http://properti.kompas.com/read/2015/05/24/223147421/Sepuluh.Pengembang.Teraktif.Indonesia.Punya.Proyek.Senilai.Rp.26.Triliun

1 2 3 13

Copyright 2015 BCI Asia Indonesia © All Rights Reserved .